Anak Anda Mau Sunat? Ini Dia Fakta dan Mitosnya (Bagian 2)

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

“Apa yang membuat seseorang percaya pada setumpuk bukti adalah sebuah ‘daftar’ dari apa yang diinginkannya yang seringkali tidak ia sadari sepenuhnya. Apabila seseorang disuguhkan fakta yang berlawanan dengan insting nya, ia akan menutupnya rapat-rapat, kecuali bila fakta itu sudah terlau banyak, ia bahkan akan menolak untuk mempercayainya. Di sisi lain, bila ia disuguhkan fakta yang sesuai dengan instingnya meskipun tidak memadai, ia cenderung akan menerimanya. Mitos sejati harus dilihat melalui cara ini” (Bertrand Russell – Filsuf, ahli matematika dan peraih Nobel sastra dari Inggris 1872-1970).

Bangsa Indonesia kaya akan adat dan istiadat yang sampai saat ini masih dipegang teguh oleh masyarakatnya, salah satunya adalah berhubungan dengan khitan. Banyak sekali mitos yang muncul berhubungan dengan adat dan istiadat dalam berkhitan, yang faktanya tidak sesuai dengan ilmu medis, bahkan bertentangan dengan ajaran agama.

Berikut ini adalah beberapa hal yang berhubungan dengan fakta dan mitos seputar khitan yang masih beredar ditengah-tengah masyarakat kita :

*Baca Juga : Anak Anda Mau Sunat? Ini Dia Fakta dan Mitosnya (Bagian 1)

1. Khitan membuat pertumbuhan anak semakin cepat

Sering kita dengar orang bilang bahwa anak yang telah dikhitan akan semakin cepat tumbuh menjadi besar dan tinggi.Faktanya pertumbuhan seorang anak tidak berhubungan langsung dengan khitan. Faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan adalah hormon, gizi dan keturunan. Karena budaya orang Indonesia, anak di khitan bersamaan dengan usia masa pertumbuhan, yaitu sekitar 10 – 12 tahun. Jadi bukan karena faktor khitan yang mempengaruhi cepatnya pertumbuhan anak.

2. Tidak boleh menangis saat dikhitan

Sampai saat ini masih ada mitos yang berkembang di masyarakat bahwa anak yang menangis saat khitan maka jodohnya adalah seorang janda. Faktanya, tidak ada hubungannya menangis saat khitan bisa menikah dengan janda. Mitos dengan keyakinan seperti ini keliru. Seorang muslim hendaknya tidak percaya dengan mitos semacam ini karena pada dasarnya, jodoh sudah ditentukan Tuhan Yang Maha Esa.

3. Tidak boleh lari-lari sebelum dikhitan agar tak keluar banyak darah

Pernah dengar orang tua zaman dahulu mengingatkan agar anak tidak boleh berlari-lari 3 hari sebelum dikhitan. Anehnya, sampai saat ini masih ada orang tua yang beranggapan seperti itu. Alasannya agar tidak keluar banyak darah. Faktanya itu salah, keluarnya banyak darah biasanya dipengaruhi oleh ukuran pembuluh darah penis, metode khitan yang digunakan, kondisi psikis si anak terlalu tegang sehingga memicu naiknya tekanan darah disertai detak jantung lebih cepat dari biasanya.

*Baca Juga : Metode Khitan Terbaik

4. Terlambat dikhitan bikin alot prosesnya

Anak yang terlambat dikhitan alias terlalu tua untuk dikhitan, dikatakan bahwa proses pemotongan kulupnya bakalan alot. Faktanya, tidaklah benar. Tidak ada hubungannya faktor usia dengan mudah tidaknya proses pemotongan kulup penis. Alot atau tidaknya tentu tergantung dari alat yang dipakai oleh operator khitan itu sendiri. Apabila, gunting bedah dan pisau bedah yang digunakan tumpul kemungkinan besar akan alot proses pemotongan kulupnya.

5. Khitan sebelum akil baligh atau pubertas bikin tak bisa tinggi

Ada orang percaya bahwa khitan sebelum anak mengalami akil baligh atau pubertas akan membuatnya tak bisa tinggi. Anggapan ini jelas sekali tidak betul, tinggi tidaknya seorang anak dipengaruhi oleh dua hal, yaitu faktor keturunan dan bagaimana nutrisi yang dikonsumsi masuk dalam tubuhnya. Sehingga terlalu cepat dikhitan tidak memiliki efek pada tinggi badan. Khitan bisa dilakukan pada usia berapa pun. Bahkan, menurut ilmu medis lebih baik khitan dilakukan pada usia neonatus, yakni saat bayi baru dilahirkan. Selain prosesnya yang lebih efisien, perkembangan kuman bisa dicegah sejak awal. Hal ini juga sejalan dengan ajaran agama Islam.

6. Tidak ada hubungan khitan dengan kesehatan

Ada sebagian masyarakat beranggapan bahwa dikhitan hanya sekedar anjuran adat semata. Padahal ada juga hubungannya dengan ilmu medis, karena faktanya sudah terbukti secara ilmiah bahwa berkhitan bisa mengurangi berbagai gangguan kesehatan pada organ reproduksi laki-laki. Dengan menghilangkan sebagian kulup penis maka infeksi kuman dan virus yang bisa berkembang di sekitar penis bisa dicegah dan dihilangkan.

Hati-hati terhadap mitos yang beredar, lebih baik cari tahu kebenarannya daripada langsung menelan informasinya mentah-mentah.

*Baca Juga : Selayang Pandang Sejarah Khitan

More to explorer

Klinik Rumah Sunat Mutiara Medika

Konsultasi Gratis Apotek Obat Ramah Difabel Ruangan AC Privasi Terjamin Hiburan Tab atau VR Setiap Hari :06.00 : 22.00 WIB Pilih

Klinik Cendrawasih

Konsultasi Gratis Apotek Obat Ramah Difabel Ruangan AC Privasi Terjamin Hiburan Tab atau VR Senin – Jum’at :09.00 : 17.00 Pilih

Klinik YPK Adul Radjak Unit Sudirman

Konsultasi Gratis Apotek Obat Ramah Difabel Ruangan AC Privasi Terjamin Hiburan Tab atau VR Senin – Jum’at :09.00 : 17.00 Pilih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *