Alasan Khitan Pada Usia Balita

Bawah Lima Tahun atau sering disingkat sebagai Balita, adalah masa anak mulai berjalan dan merupakan masa yang paling hebat dalam tumbuh kembang, yaitu pada usia 1 sampai 5 tahun. Masa ini merupakan masa yang penting terhadap perkembangan kepandaian dan pertumbuhan intelektual (Mitayani, 2010). Arti kata khitan / sunat menurut KBBI adalah berpotong kulup. Arti kata kulup menurut KBBI adalah kelopak kulit yang menutupi ujung kemaluan laki-laki sebelum dikhitan (kulit khitan). Jadi definisi khitan balita adalah tindakan pemotongan kelopak kulit yang menutupi ujung kemaluan pada anak laki-laki yang meiliki rentang usia dimulai dari satu sampai dengan lima tahun.

*Baca juga : Anak Anda Mau Sunat ? Ini Fakta dan Mitosnya

Alasan melakukan khitan balita

1. Alasan agama

Dalam kitab Alfiqhul Islami Wa Adillatuhu, Syaikh Wahbah Azzuhaili mengatakan bahwa dimakruhkan mengkhitan anak pada saat baru lahir dan pada usia tujuh hari. Menurut Imam Almawardi, usia terbaik yang disunahkan untuk khitan adalah pada saat anak laki-laki belum baligh. Sementara ketika sudah baligh, maka hukumnya sudah wajib dikhitan.

2. Alasan kesehatan / medis

Salah satu alasan WHO merekomendasikan khitan adalah untuk kesehatan. Selain terbukti mencegah HIV AIDS, khitan telah terbukti mencegah kanker penis. Yang juga telah pasti, khitan mengurangi risiko anak mengalami infeksi saluran kemih. Khitan membuat urusan kebersihan kelamin anak-anak menjadi lebih sederhana. Kulup yang menutupi kepala penis memang kerap menjadi sarang kuman. Kuman seringkali terperangkap di bawah kulit kulup dan dengan mudah masuk ke saluran kencing karena letaknya yang berdekatan. Penyakit-penyakit lain seperti radang, infeksi, dan iritasi pun dengan mudah dicegah. Penyebab yang paling sering bayi dikhitan adalah karena fimosis. Fimosis pada bayi merupakan kondisi di mana kulup melekat pada kepala penis dan tidak dapat ditarik kembali dari sekitar ujung penis. Kondisi ini umum terjadi pada bayi maupun anak-anak.

*Baca juga : Baiya Sunat di Klinik “Zaman Now” Tahun 2019

3. Alasan budaya

Masyarakat Sunda melakukan khitan atau sunat pada anak laki-laki ketika masih berusia dini, yaitu 3 sampai 5 tahun. Namun di Indonesia pada umumnya anak laki-laki dikhitan pada usia sekitar 3-7 tahun.

“Banyak hal yang kucintai, tetapi ternyata dibenci orang – orang. Sedangkan hal-hal yang kubenci, ternyata mereka cintai. Hal-hal yang kucintai saat masih kanak-kanak tetap kucintai sampai saat ini. Dan yang kucintai saat ini akan kucintai sampai akhir kehidupan nanti”_ Khalil Gibran (Penulis dan pelukis dari Lebanon-Amerika 1883-1931).

*Baca juga : Sejarah Khitan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *