Konsultasi Pra Sunat Dapat Mencegah Reparasi atau Sunat Ulang

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Meski bermanfaat bagi kesehatan, khitan atau sunat tetap mengandung risiko seperti proses bedah lainnya. Angka kejadian komplikasi pasca khitan masih cukup banyak, misalnya untuk kasus dengan perdarahan dan kasus infeksi pada luka khitan.
Sementara itu angka kejadian sunat ulang atau sunat reparasi memang tergolong lebih jarang, akan tetapi dampaknya dapat mengakibatkan trauma psikis terhadap anak. Karena itu, sempatkanlah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter khitan yang berkompetensi dan berpengalaman dibidangnya.
Komplikasi sunat muncul disebabkan oleh kaidah pembedahan yang ditinggalkan dan ketidakmampuan operator melakukan teknik bedah dasar serta edukasi paska sunat pada keluarga dan pasien yang tidak adekuat.

*Baca juga : Biaya Sunat di Klinik “Zaman Now” Tahun 2019

Angka Kejadian Komplikasi Sunat

Di negara Turki dilaporkan oleh Odzemir (1997) bahwa penyulit akibat khitan 5% disebabkan oleh dokter, 10% oleh tenaga kesehatan selain dokter, dan 85% disebabkan oleh tukang khitan tradisional.
Saat ini American Academy of Pediatrics menyarankan khitan dilakukan pada bayi kurang dari 1 tahun. Hal ini disebabkan komplikasi yang berhubungan dengan prosedur khitan paling rendah terjadi pada bayi baru lahir, sekitar 2-6 kejadian per 1000 bayi yang dikhitan. Angka komplikasi ini meningkat 20 kali lipat pada anak yang dikhitan umur 1-9 tahun dan 10 kali lipat pada anak yang dikhitan setelah usia 10 tahun.

*Baca juga : Metode Khitan Terbaik

Pengangkatan Kulit dan Mukosa Tidak Adekuat

Salah satu komplikasi pasca khitan adalah pengangkatan kulit dan mukosa yang tidak adekuat. Komplikasi ini sering terjadi terutama pada anak bertubuh gemuk. Karena lemak perut bawah terlalu tebal, akibatnya penis anak cenderung tenggelam atau istilah medisnya adalah burried penis. Tentu saja burried penis bisa dinilai dan dikhitan oleh dokter yang memiliki kompetensi dan pengalaman dibidang khitan.
Kulit penis yang terpotong terlalu panjang, biasanya bisa diatasi dengan terapi konservatif seperti pemberian salep dan perban untuk mempercepat penyembuhan luka. Namun, bila kulit dan mukosa yang terpotong terlalu banyak, pasien mungkin perlu dirujuk ke bedah urologi. Kulit dan mukosa yang terpotong terlalu pendek, efeknya pasien menjadi tidak seperti dikhitan atau hasil kosmetik yang kurang baik. Tentu saja solusinya butuh dilakukan tindakan sunat ulang atau sunat reparasi.

“Orang sering tersandung kegagalan manakala kesuksesan sudah di depan mata. Untuk menghadirinya kita harus waspada, baik ketika memulai maupun akan mengakhiri pekerjaan”.

(Lao-Zu – Filsuf dari Tiongkok +/- 600 SM)

*Baca juga : Sejarah Khitan

More to explorer

Klinik Rumah Sunat Mutiara Medika

Konsultasi Gratis Apotek Obat Ramah Difabel Ruangan AC Privasi Terjamin Hiburan Tab atau VR Setiap Hari :06.00 : 22.00 WIB Pilih

Klinik Cendrawasih

Konsultasi Gratis Apotek Obat Ramah Difabel Ruangan AC Privasi Terjamin Hiburan Tab atau VR Senin – Jum’at :09.00 : 17.00 Pilih

Klinik YPK Adul Radjak Unit Sudirman

Konsultasi Gratis Apotek Obat Ramah Difabel Ruangan AC Privasi Terjamin Hiburan Tab atau VR Senin – Jum’at :09.00 : 17.00 Pilih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *