Selayang Pandang Sejarah Khitan

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Khitan / Sunat / Sirkumsisi telah dilakukan sejak zaman prasejarah, diamati dari gambar-gambar di gua yang berasal dari Zaman Batu dan makam Mesir purba. Ada di berbagai budaya dan agama dunia.

Khitan adalah prosedur bedah terencana paling tua di dunia, disarankan oleh ahli anatomi dan sejarawan hiperdifusionis Grafton Elliot Smith. Khitan berusia lebih dari 15.000 tahun. Tidak ada konsensus yang kuat tentang bagaimana khitan dipraktikkan di seluruh dunia.

Catatan sejarah terawal tentang khitan berasal dari Mesir, dalam bentuk gambar sunat orang dewasa yang diukir di makam Ankh-Mahor di Saqqara ( situs pemakaman Mesir Kuno ), sekitar 2400-2300 SM.

Sejarah migrasi dan evolusi praktik khitan diikuti terutama melalui budaya dan masyarakat di dua wilayah yang terpisah. Di daerah selatan dan timur Mediterania, dimulai dari Sudan dan Ethiopia, khitan dipraktikkan di Mesir Kuno dan Semit, kemudian oleh Yahudi dan Islam.

Meskipun tidak secara eksplisit disebutkan dalam Qur’an, khitan dianggap penting untuk Islam, dan itu hampir secara universal dilakukan di kalangan umat Islam.

Mengenai masalah khitan yang diyakini sebagai ajaran agama Islam masih menimbulkan perdebatan dikalangan ulama’, ilmuwan dan peneliti, sebagian mereka mengatakan bahwa, khitan baik laki-laki maupun perempuan merupakan ajaran Islam, sedangkan sebagian yang lain mengatakan bahwa khitan bukan merupakan ajaran Islam.

Khitan sebetulnya adalah merupakan suatu ajaran yang sudah semenjak Islam belum lahir, dalam kitab Mugni al-Muhtaj dikatakan bahwa orang laki-laki yang pertama kali melakukan khitan adalah Nabi Ibrahim as dan orang wanita yang melakukan khitan pertama kali adalah Siti Hajar istri Nabi Ibrahim as.

Bangsa Arab jahiliyah, yakni sebelum datangnya agama Islam, juga sudah terbiasa melakukan khitan. Hal ini dilakukan untuk mengikuti tradisi leluhur mereka, yaitu ajaran Ibrahim AS.

Selanjutnya, ajaran berkhitan yang dicontohkan Nabi Ibrahim tersebut diikuti oleh para Nabi dan Rasul sesudahnya. Mereka juga mengajarkan hal itu kepada umatnya masing-masing.

Pada masa Islam, khitan dilakukan oleh Rasulullah SAW terhadap kedua cucunya, Hasan bin Ali bin Abi Thalib dan Husein bin Ali bin Abi Thalib, pada saat masing-masing baru berusia tujuh hari.

Umat Kristiani mengakui Yesus dikhitan karena pengaruh tradisi Yahudi, sebab Ia dilahirkan sebagai seorang Yahudi. Ia dilahirkan oleh seorang perempuan, dilahirkan dari yang takluk kepada hukum Taurat.

Di Oseania, khitan dipraktikkan oleh Aborigin dan Polinesia. Ada juga bukti bahwa khitan dipraktikkan diperadaban Aztek dan Maya, tapi hanya sedikit detail yang tersedia tentang sejarah tersebut.

Sementara itu, di Indonesia mengenal Khitan sebelum Islam datang, seperti masyarakat Banten misalnya. Dalam sebuah catatan sejarah permulaan masuknya agama Islam di wilayah kerajaan Pajajaran, kropok 406 cerita Parahiayangan diungkapkan bahwa: “Sumbelihan niat inya bresih suci wasah, disunat ka tukangnya jati sunda teka”. Terjemahannya adalah sebagai berikut : “ Disunat agar terjaga dari kotoran “

Tips perawatan luka khitan agar cepat sembuh

Di era modern saat ini, perkembangan metode khitan sangatlah cepat dan beragam, sehingga anda atau para orang tua dengan leluasa memilih metode khitan yang cocok untuk putra kesayangannya.

Dengan banyaknya pilihan metode tersebut sudah barang tentu perawatan setelah khitan tidak sama antara satu metode khitan dengan yang lain.

Oleh karena itu anda atau para orang tua harus menyimak bagaimana cara merawat luka khitan yang dipaparkan oleh dokter dan perawat sesaat setelah tindakan khitan selesai.

Berilah pengertian terhadap putra anda apabila ia menolak untuk diberikan perwatan luka khitan. Yakinkan anak untuk mau melakukannya. Komunikasi yang baik antara orangtua dan anak yang dikhitan juga merupakan faktor pendukung luka khitan cepat sembuh.

Memberikan perawatan khitan yang tepat juga bisa mencegah infeksi atau komplikasi-komplikasi lainnya.

Kata Khalil Gibran (Penulis dan pelukis dari Lebanon-Amerika 1883-1931) “Out of suffering have emerged the strongest souls; the most massive characters are seared with scars. Artinya : “Akhir dari penderitaan menghasilkan jiwa yang kuat; karakter terkuat ditandai oleh bekas luka”.

More to explorer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *