Takut Gagal ? Lakukan 5 Hal Ini Apabila Merencanakan Sunat Dewasa

Prosedur khitan atau sunat merupakan momok yang menakutkan bagi anak-anak bahkan bagi sebagian pria dewasa. Perasaan bingung dan cemas merupakan hal yang wajar, untuk itu ketahui terlebih dahulu beberapa hal berikut agar tindakan sunat yang akan anda jalani terasa aman dan nyaman.

“Waktu penyembuhan sunat dewasa sedikit lebih lama dibandingkan bayi dan anak, yaitu sekitar 2-4 minggu. Dengan memperhatikan beberapa poin diharapkan penyembuhan berlangsung lebih cepat. Tindakan yang ditangani oleh tim yang profesional, kompeten, dan berpengalaman akan mendapatkan hasil sunat yang paripurna.” kata dr. Ardinal dari dokterkhitan.com yang ditemui di Klinik Keluarga Kita Kemayoran.

Berikut 5 hal yang harus diperhatikan bagi orang dewasa yang ingin merencanakan sunat:

1. Cek Laboratorium

Karena pola hidup tidak sehat pria dewasa biasanya mulai mengalami berbagai masalah metabolisme tubuh, salah satunya kadar gula darah yang tinggi. Jumlah kadar gula dalam darah yang melebihi batas normal akan memperlambat proses penyembuhan luka sunat. Pemeriksaan yang diperlukan untuk tindakan sunat adalah kadar gula darah sewaktu (GDS), gula darah puasa (GDP), masa perdarahan (BT) dan masa pembekuan darah (CT).

2. Cek Tekanan Darah

Manfaat dari cek tekanan darah adalah membantu dokter mendeteksi adanya kemungkinan atau risiko tekanan darah tinggi (hipertensi) yang anda derita.

3. Konsultasi Dengan Dokter Khitan atau Sunat

Untuk mengurangi rasa cemas dan bingung, berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang telah berpengalaman dalam bidang khitan atau sunat dewasa. Beritahukan pada dokter mengenai riwayat penyakit, kondisi kesehatan saat ini, hasil cek laboratorium dan tekanan darah anda. “Pria dengan penyakit diabetes dan hipertensi dianjurkan minum obat guna menstabilkan kadar gula dan tekanan darah. Jika sudah terkontrol, sunat bisa dilakukan,” Kata dr. Ardinal. Tanyakan beberapa hal secara mendetail, seperti metode khitan yang terbaik untuk anda, hal-hal yang dapat mempermudah serta mempersulit proses khitan dan lain sebagainya.

4. Mencukur Bulu Kemaluan

Berguna untuk mengurangi risiko infeksi dari kuman yang bersarang di rambut kemaluan, oleh karena itu pria dewasa diminta mencukur rambut kemaluan terlebih dahulu 2 hari sebelum tindakan.

5. Puasa Selama Proses Penyembuhan

Untuk menghindari luka khitan menjadi longgar akibat ereksi dan guna mempercepat proses penyembuhan, pada pasien usia dewasa dr. Ardinal menyarankan agar “berpuasa” melakukan hubungan seksual kurang lebih 4 minggu pasca tindakan khitan.